Keberadaan pinjaman online dengan sebutan lain pinjol awalnya emang menggembirakan. Sebab pinjaman ini tidak sama dari pinjaman dari bank. Namun, lama-lama pinjaman online justru malah bisa bikin kamu mengalami kerugian lho. Asal paham aja nih, pinjol itu beda banget bersama dengan pinjaman bank. Bedanya, jikalau ajukan pinjol, kamu gak bakal diribetin bersama dengan skor kredit pada Informasi Debitur atau iDeb. Sementara jikalau ajukan pinjaman ke bank, segala skor kredit kamu yang ada di iDeb bakal dicek seluruhnya. Ketahuan ada skor yang buruk, jangan ingin deh pengajuan pinjaman kamu bakal disetujui. Di pinjol perihal kayak gitu tidak mungkin kamu alami. Cukup install aplikasi dan mengikuti serangkaian prosedur yang terbilang gampang, dana yang kamu minta bakalan cair. Makanya kelebihan pinjol itu menjadi keuntungan bikin calon-calon debitur yang iDebnya jarang update. Walaupun begitu, ada beberapa ciri pinjol yang wajib dikenali. Soalnya ada beberapa pinjaman online yang diketahui lebih banyak mudaratnya lho ketimbang untungnya. Pengin paham apa aja ciri-cirinya? Cari paham yuk di dalam ulasan tersebut ini. Baca juga: Hati-Hati Cari Pinjaman Modal Usaha, Banyak Fintech Ilegal Incar Indonesia 1. Baru eksis dan belum masuk pengawasan OJK Belum terdaftar dan diawasi OJK. (Pexels) Platform pinjaman online dengan sebutan lain pinjol makin marak aja keberadaannya belakangan ini. Semuanya bersaing menawarkan kemudahan di dalam mengajukan pinjaman. Walaupun begitu, kamu wajib hati-hati selagi menentukan platform bikin ajukan pinjaman. Kalau sampai salah, bisa-bisa kamu terjebak di dalam pusaran utang yang ujung-ujungnya bikin fondasi keuangan kamu amblas. Makanya sebelum akan ajukan pinjaman, cari paham pernah apakah si platform pinjol itu baru atau udah lama beroperasinya. Kemudian selidiki namanya di website Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Pastikan apakah si platform pinjaman berada di bawah pengawasan atau gak. 2. Install aplikasinya, tapi kok minta akses ke daftar kontak dan informasi privat di smartphone? Kok minta akses ke daftar kontak? (Shutterstock) Buat mengajukan pinjol, tentu saja kamu bakal diminta bikin install aplikasi si platform pinjaman. Biasanya nih, habis install, si aplikasi bakal minta akses ke kamu sama seperti aplikasi pada umumnya. Namun, spesifik pinjaman online ini, kamu wajib waspada bersama dengan permintaan akses ke daftar kontak dan informasi privat di smartphone. Soalnya nih, akses pada informasi-informasi penting tersebut kerap disalahgunakan platform pinjaman online. Begitu kamu telat bayar atau nunggak, semua yang terdaftar di kontak kamu bakal dihubungi. Si penyedia pinjaman bakal kasih paham ke keluarga, kerabat, teman, sampai kolega jikalau kamu itu miliki utang. Apa gak malu tuh? Inilah yang lantas menjadi persoalan pelik yang dihadapi para debitur pinjol. Mereka terasa malu sampai akhirnya terdorong melakukan tingkah laku nekat, yakni bunuh diri. OJK sendiri secara tegas udah melarang para penyedia pinjaman online membuka daftar kontak dan informasi pribadi. Karena itu, kala kamu mau ajukan pinjaman dan mendapati perihal tersebut, segera deh batalkan pengajuan pinjaman. Baca juga: Cara Manjur Ajukan Pinjaman yang Masih Aja Sering Diabaikan 3. Tawarkan kemudahan pengajuan, tapi bunganya kok besar benar-benar ya? Bunganya besar amat? (Shutterstock) Namanya orang kepepet butuh uang, besarnya bunga pinjaman gak menjadi persoalan bikin mereka. Sialnya, ada penyedia pinjaman nakal yang pakai suasana ini bersama dengan mematok bunga yang benar-benar besar. Asal paham aja nih, bunga pinjol yang kerap bisa pengaduan dari masyarakat besarnya itu gak tanggung-tanggung lho. Ada yang patok bunga sebesar 1 persen per hari. Kurang lebih besarnya sama kayak bunga bank sebulan. Kalau gitu, mendingan ajukan pinjaman bank aja ya? Penting banget bikin kamu tahu, penyedia pinjaman yang legal itu gak boleh bebankan bunga per hari dan diakumulasi tanpa batas lho. Makanya teliti dan bertanya sebelum akan benar-benar mengajukan. Pastikan terhitung berapa besarnya cost sarana atau jasa atau semacamnya yang mereka potong dari pokok pinjaman. Perlu kamu paham nilai pinjaman yang kamu terima gak sesuai bersama dengan besaran yang kamu minta. Misalnya aja kamu ajukan pinjaman Rp 1 juta. Begitu disetujui, terimanya hanya Rp 800 ribu. Katanya sih itu udah dipotong cost sarana atau jasa. Rugi banget, kan? Baca juga: Kasih Bunga 0,68 Persen, Ini Pinjaman Karyawan yang Direkomendasikan Banget 4. Alamat kantor penyedia pinjol gak paham sama sekali Alamatnya gak jelas. (Shutterstock) Kamu patut sangsi kalau si penyedia pinjol miliki alamat yang gak paham sama sekali. Dari situ aja udah muncul paham tanda-tanda si penyedia pinjol ilegal. Alamat gak jelas, gak bisa pengawasan pula dari OJK, lengkap deh gak benarnya tuh penyedia pinjaman online. Makanya kamu patut pastikan pernah alamat si penyedia pinjaman online sebelum akan benar-benar memastikan bikin mengajukan pinjaman. Dengan begitu, kamu terhindar dari risiko-risiko yang bikin kamu rugi nantinya. Itu tadi beberapa ciri penyedia pinjol yang wajib kamu paham supaya kamu mewaspadai adanya penyedia pinjaman ilegal yang berada di kira-kira kamu. Semoga informasi di atas bermanfaat ya.
Selasa, 09 Februari 2021
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar